Menurut Bryan, pilihannya memakai rok dan high heels bukan untuk mengubah identitas gendernya, melainkan untuk menantang stereotip tentang pakaian. Ia berpendapat bahwa pakaian dan sepatu tidak seharusnya ditentukan oleh jenis kelamin. Karena itu, ia sering memadukan kemeja, dasi, dan jas yang dianggap maskulin dengan rok dan high heels yang umumnya diasosiasikan dengan perempuan.
Bryan mengatakan ia lebih menyukai rok daripada gaun karena menurutnya rok memberinya kebebasan untuk menggabungkan unsur busana maskulin dan feminin dalam satu penampilan. Ia juga menyebut bahwa rok menawarkan lebih banyak variasi warna, motif, dan gaya dibandingkan celana pria pada umumnya.
Meski sering mendapat tatapan heran dan kritik, Bryan tetap konsisten dengan gaya berpakaiannya. Ia bahkan memperoleh ratusan ribu pengikut di media sosial dan beberapa kali tampil dalam kampanye mode internasional. Kisahnya sering dijadikan contoh tentang ekspresi diri, kebebasan berpakaian, dan bagaimana norma sosial mengenai pakaian dapat berubah seiring waktu.
#mode #fashion #pakaian #unik