Tahanan Yang Disangka Orang Yang Sama, Padahal Beda

Kasus Will West dan William West adalah salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah identifikasi kriminal di Amerika Serikat.

Pada awal 1900-an, seorang tahanan bernama Will West tiba di Penjara Leavenworth untuk didata menggunakan sistem identifikasi antropometri, yaitu metode pengukuran tubuh seperti tinggi badan, panjang lengan, dan ukuran kepala. 

Namun petugas terkejut karena data fisiknya hampir identik dengan tahanan lain yang sudah ada di penjara bernama William West. Bahkan wajah mereka juga sangat mirip, meski keduanya mengaku bukan orang yang sama dan tidak memiliki hubungan keluarga yang jelas.

Kebingungan akhirnya terpecahkan setelah sidik jari mereka diperiksa. Ternyata pola sidik jari keduanya berbeda sepenuhnya, membuktikan bahwa mereka memang dua individu berbeda. 

Kasus ini kemudian menjadi bukti penting bahwa metode pengukuran tubuh tidak cukup akurat untuk identifikasi manusia.

Peristiwa tersebut membantu mendorong penggunaan fingerprint identification sebagai standar identifikasi kriminal modern di seluruh dunia, karena sidik jari dianggap jauh lebih unik dan dapat dipercaya dibanding sekadar kemiripan fisik.