Prajurit Yang Tak Bisa Dibunuh (Unkillable Soldier)

Adrian Carton de Wiart adalah salah satu tokoh militer paling legendaris dan “sulit mati” dalam sejarah modern. Perwira tentara Inggris kelahiran Belgia ini bertempur dalam banyak konflik besar, termasuk Perang Boer Kedua, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II.

Sepanjang karier militernya, ia mengalami luka yang luar biasa banyak: tertembak di wajah, kepala, perut, kaki, pinggul, dan telinga, bahkan kehilangan satu mata serta satu tangan. Namun ia terus kembali ke medan perang berkali-kali. 


Selain bertahan dari luka perang, Carton de Wiart juga selamat dari kecelakaan pesawat, lolos dari kamp tawanan perang Italia dengan menggali terowongan, dan tetap aktif di dunia militer hingga usia tua. Karena ketangguhan dan kisah hidupnya yang ekstrem, ia sering dianggap sebagai salah satu prajurit paling tangguh dalam sejarah Inggris.

Salah satu kutipannya yang paling terkenal dalam otobiografinya, Happy Odyssey, saat mengenang pengalamannya di Perang Dunia I adalah: "Sejujurnya, saya menikmati perang itu". Ia menghabiskan masa pensiunnya di County Cork, Irlandia, dan meninggal dengan tenang pada usia 83 tahun, sebuah usia yang sangat mengejutkan mengingat banyaknya bahaya maut yang ia lalui.