Di Mesjid ini, jemaah laki-laki dan perempuan beribadah bersama dalam satu ruangan tanpa adanya pembatas fisik (sekat). Perempuan juga diizinkan untuk memimpin shalat berjamaah dan menyampaikan khotbah.
Masjid ini bersedia memfasilitasi pernikahan sesama jenis dan menerima sepenuhnya individu dari semua orientasi seksual serta identitas gender.
Zahed menggunakan interpretasi reformis terhadap teks-teks Islam, dan berargumen bahwa Al-Qur'an tidak mengutuk cinta sesama jenis yang didasari atas suka sama suka.
Ruang ibadah ini dioperasikan di lokasi yang dirahasiakan demi melindungi para jemaah dari ancaman keamanan dan reaksi keras kelompok kontra.
#LGBTQ #Prancis #Gay