Kisah ini terjadi di Kami-Shirataki Station, sebuah stasiun kecil terpencil di Hokkaido, Jepang. Karena jumlah penumpang yang sangat sedikit, stasiun tersebut sebenarnya direncanakan untuk ditutup oleh JR Hokkaido.
Namun pihak perusahaan mengetahui bahwa masih ada satu siswi sekolah yang setiap hari bergantung pada kereta itu untuk pergi dan pulang belajar. Demi memastikan pendidikannya tidak terganggu, layanan kereta tetap dijalankan meskipun hampir tidak lagi menguntungkan.
Jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta bahkan dibuat menyesuaikan jam sekolah sang murid, sehingga ia tetap bisa berangkat pagi dan pulang setelah kegiatan belajar selesai.
Kereta tersebut terus beroperasi hingga siswi itu lulus sekolah pada tahun 2016 silam. Setelah kelulusannya, stasiun akhirnya resmi ditutup. Kisah ini kemudian terkenal di seluruh dunia sebagai simbol kepedulian Jepang terhadap pendidikan dan pelayanan masyarakat.
#Jepang #Pendidikan #Edukasi